M

Ma, lah, penanda tekanan msl: adong ma sada halak, adalah seorang; ro ma tuson, datanglah kesini; sai saut ma hatam, jadilah seperti perkataanmu; na ro ma udan, akan datang hujan.

Maba (= naba), sembuh kembali; nambura maba, dalam arti sembunyi: dia baru kelahiran anak.

Mabar, sej pohon kayu yang besar, sej hariara (juga: nabar).

Mabas, jatuh mengenai cacar.

Mabe, panjang; mabeabe, lih abe.

Mabuk, mabuk, pening, bersusah hati; mabuk dibahen ulaon, pening karena terlampau banyak pekerjaan; mabuk laut, mabuk laut; pamabukhon, memabukkan, memeningkan; sibahen na mabuk, minuman keras; hamabuhon, kemabukan, hal mabuk; parmabuk, pemabuk, peminum.

Madat = modat.

Maen, anak perempuan saudara laki-laki isteri seseorang; anak perempuan ipar; juga: su-aminya; parmaenon, yang bisa dipanggil ‘maen’.

Maga, maha, mulia, besar; magamaga ni sombaon, kebesaran, kemuliaan ‘sombaon’ juga: naganaga.

Mago I. bdk ago. II. magomago sep, pelan-pelan hilang, menghilang msl sejumlah uang kecil. Magopo, percuma, sia-sia, mubazir, sayang; magopona i, sayang sekali.

Mahal, mahal, langka, jarang dan oleh karenanya mahal; mahal dapot, jarang atau sulit diperoleh.

Mahan, bdk: pahan, marmahan, menggembalakan, memelihara ternak; parmahan, gembala; di-parmahani, mengembala, membawa sesuatu dipadang rumput; mamahan, menggembalakan, memelihara, dari pahan.

Mahap, puas, terlalu kenyang, kenyang sekali, jemu, muak; ndang marnamahap, tidak jemu akan sesuatu, tak kunjung puas; marmahapmahap, jemu akan sesuatu; manghamahaphon, makan sampai jemu.

Mahara, gambaran bintang kambing, lih mesa.

Mahasa, miak mahasa, minyak buah kemiri yang dipakai oleh datu untuk menggosok.

Mahi, tambahan kata di muka kata kerja yang tertentu msl mahilolong.

Mahir, apik, manis.

Mai, tambahan kata dimuka kata kerja yang tertentu = masi, mengambil sesuatu.

Main, main; marmainan, berzinah, bersundal, melacur; dimainani, dizinahi; parmainan, pelacur; parmainanon, pelacuran, perzinahan.

Maing, marmaing, menarik muka marah, tak selera. Majal, = mahap, muak, bosan; tumpul mengenai pisau; majal pandaion, rasa apak.

Majop, patut, enak, sedap.

Malabulan = mangalabulan.

Malaek, lih pala II.

Mala, murah hati, memberikan kepada tamu; melayani, suka memberi; na mala, yang suka memberi, tuan rumah; pitu gaja nilapa, molo soada na mangido, ndang adong na mala, sembelih tujuh gajah, bila tak ada yang minta, tak ada yang mau kasih; pala, hal memberi, pemberian.

Malal, merasa diri tidak enak, gelisah, risih, risau.

Malali, bdk: lali II.

Malam, marmalammalam, = marborngin.

Malambut, = uli; simalambut, sesuatu yang manis menyenangkan, benda-benda yang cantik dan manis.

Malas, merasa dirinya malas, merasa lemah.

Malau, sej unte.

Male, bdk: le.

Malehat, tungkot malehat, tongkat gaib datu.

Malela, juga: malelo, baja; nae buntul malela, hantu (begu) yang berdiam di gunung = boru na mora.

Malgip, bdk: algip.

Malhot, bdk: alhot. Mali, I. mali tondi, jiwa atau tondi dalam manusia terkejut; tarmali, terkejut. II. malimali, pohon kecil berbuah merah. III. maliali, bdk: ali.

Malim, imam, muallim; hamalimon, imamat, hal berkenan dengan muallim.

Maling, marmaling, berpaling, menolak; marmaling sumangot ni ompu, nenek moyang menolak berkat; tarmaling, ditolak; masimalingan, saling mendendam.

Mallo, nama sej rotan yang besar dan kuat sering dipakai buat rambing, titi gantung; tubutubu mallo, berganti-ganti memperoleh anak yaitu laki-laki, perempuan, laki-laki dsb seperti daun pohon mallo yang daunnya berganti-ganti kiri dan kanan.

Malmal,tumpul mengenai alat perkakas.

Malo, cakap, terampil, pintar, pandai; na malo, pandai, cakap; mamalomaaloi, cakap dalam bermacam-macam hal; manghamalohon, dapat memakai sesuatu dengan kecakapan walaupun hanya sedikit; hinamalo, kepandaian, kecakapan; marnamalo, berbeda dalam kepandaian, dalam kecakapan; P.B.: na jumpang gabe na tinangko, molo so malo, na tinangko gabe jumpang molo malo, yang jumpa jadi yang dicuri, bila tak pandai, yang dicuri jadi yang dijumpa kalau pandai; malomalo, kecakapan, kelicikan dalam menipu.

Malos, = melos, layu.

Malsik, = marsik, kurus kering karena miskin.

Malu, malu, malu terhadap sesuatu, tidak suka akan sesuatu; marmalumalu, tidak suka akan sesuatu; marhamaluan, malu; pamaluhon, mempermalukan, membuat malu; tarmalu, menjadi malu; masipamaluan, saling melukai perasaan, saling merendahkan.

Malum, sembuh, pulih mengenai penyakit; dingin mengenai makanan, minuman dan kemarahan; pamalumhon, menyembuhkan, mendinginkan; sibahen na malum, apa yang menyembuhkan, obat; hamamalum, kesembuhan.

Mam, awalan mem pada kata kerja yang berawal huruf b atau p
Mama, = meme (Angk).

Mamak, lebar, lapang, rata dihamparkan, dikembangkan; mamak rohana, dia mengerti sesuatu dengan sulit, sulit diartikannya; batu mamak, batu yang lebar dan keras; batu mamak na so hagairan, batu yang lebar yang tak tercongkel, artinya: orang kuat, yang kemauannya harus dituruti.

Mambal, bdk ambal.

Mambir, bdk: ambir.

Mambo, simambo, tongkat dari pipa Spanyol.

Mambur, bdk ambur.

Mamis, I. bahaya, penyakit yang ditakuti, yang diramalkan oleh dukun mengenai anak yang baru lahir. Datu memakai dua cara: 1. panjujuron silimalima, menurut 5 nama waktu siang hari: sogot, pangului, hos, guling, bot dan lima waktu malam: bodari, sampinodom, tonga, borngin, tahuak manuk, torang ari. 2. panjujuron sipitupitu: nama menurut hari-hari yang ketujuh: artia, suma, anggara, muda, boraspati, singkora, samisara, hal mana dihitung dengan jari-jari: ibu jari (jempol) berarti untung, jari kelingking cepat meninggal. II. mamis, = manis.

Mampar, bdk ampar, berpencar, terserak, kesasar; mampar roha, berangan-angan, absent-minded, hilang konsentrasi.

Mampul, telah diambil hasilnya, habis panen; mampul eme on, sesudah panenan ini selesai, habis panen ini.

Mamue, dari kata: bue, beranak (ternak); pamuean, ternak yang betina.

Mamun, menyelenggarakan jamuan perpisahan.

Mamuretek, lih puretek.

Man, I. pidong imbulu man, burung legendaris dalam ceritera. II. awal men pada kata kerja yang berhuruf d,t,s.

Mana, seruan: hati-hati, awas! menepi, meminggir; hamusuon na marmanamana, perang (kelaparan, kecelakaan) yang tidak dapat dielakkan.

Manabia, Tenggara.

Manahan, bdk: tahan.

Manahatang, sendirian, cuma, hanya, tanpa tambahan; indahan manahatang, nasi tanpa lauk pauk; manahatang ahu do, hanya saya, saya sendiri.

Manaili, bdk: taili.

Manait, bdk: tait.

Manalesehon, bdk: salese.

Manaluhon, bdk: talu.

Manamba, bdk: tamba.

Manambor, bdk: tambor.

Manamuei, bdk: tamue.

Mananap, mananap huida, saya melihat segalanya itu sama saja, saya tidak lihat adanya perbedaan mengenai kata-kata sihingga tidak dapat membedakannya.

Manang, atau, apa, entah; manang…manang…, atau…atau, baik….maupun; manang ise, siapa juga, barang siapa; manang aha, apa saja; manang ise pe, siapa saja pun; manang tudia pe, kemana saja pun; manang songon dia pe, betapa juga; manang andigan pe, kapan saja pun; disungkun do ahu manang na olo ahu, ditanya saya apakah saya mau; ndang huboto manang hutanda ibana, saya tidak tahu apakah saya mengenalnya; ndang binoto, manang musu manang dongan, saya tidak tahu apakah ia lawan atau kawan.

Manat, bdk: nat, hati-hati, cermat, awas, waspada; manat, hati-hatilah, jaga; manat marpangalaho, berlaku hati-hati; pamanathon, memeriksa sesuatu, meneliti, mengamati, menyelidiki; dipamanatmanat, idem. Mandar, sarung; marulakulak songon suhaton mandar, selalu mengulang, ulangi bagaikan sarong yang bulat, dan oleh karenanya tidak berakhiran.

Mandera, bendera.

Mandi, leangleang mandi, burung layang-layang yang menurut dongeng adalah pesuruh Batara Guru.

Mandiang, mendiang.

Mandur, mandor, pengawas.

Mang, awalan meng pada kata kerja berawal huruf i,n,r, msl: mangalehon, manganolnol, mangaririt.

Mangalabulan, nama dewa (yang menggembalakan bulan), adik laki-laki Mula Jadi Na Bolon dan Soripada, yang menyukai segala keburukan, kejahatan juga: Malabulan.

Mangaraja, bdk: raja.

Mangemange, bunga pohon palem.

Mangga, mangga.

Manggang, bdk: ganggang, lepas, longgar msl dayung; parhata manggang, pembual, seorang yang membuka mulutnya lebar-lebar, bermulut besar, bermegah-megah, yang melebih-lebihkan segala sesuatu.

Manggis, I. buah manggis. II. bdk: anggis.

Manggun, bdk: anggun.

Manggus, bdk: anggus.

Mangilhil, sej pohon, yang ku-litnya dijadikan hondang.

Mangir, cantik, manis, jelita.

Mangiring, I. sej ulos tenunan dari kapas. II. bdk iring.

Mangkar, tidak selesai, mentah, belum siap, tanggung; mate mangkar, meninggal dunia ditengah kerjanya, belum siap; juga: meninggal sebelum anak-anak kawin, meninggal sebelum mempunyai anak-anak; mangkar ulaon, pekerjaan belum selesai, terbengkalai; gadong na mangkarangkar, ubi kayu yang dicabut setengah umur dan digoreng mengenai obat; mangkar mata, mata sayu kurang tidur, tanggung tidurnya.

Mangkuk, mangkok, cangkir, piala; mangkuk bosi, mangkok besi.

Mangmang, dimangmanghon, bersumpah; menguatkan sesuatu dengan sumpah; parmanganmangan, pemberian kepada dukun supaya ia memberi ramalan; marmangmang nipi, memintakan mimpi yang sangat berarti untuk sesuatu keputusan msl seorang pemudah mencari jodoh ingin lebih dahulu memimpikan sesuatu yang berhubungan dengan menarok ramuan tertentu di bantalnya.

Mangot, simangot, juga: sumangot, arwah moyang yang naik martabat dan yang dipuja; parsimangotan, tempat keramat dimana diyakini berdiam roh mulia nenek moyang.

Mangsi, warna, terbuat dari unte dan baja.

Mangunsande, bdk = sande. Manis, manis; ulu manis, kulit manis; unte manis, jeruk manis; jari manis, jari manis.

Manisia, manusia sebagai lawan dewa-dewa dan hantu-hantu; jolma manisia, umat manusia.

Manjo, I. = loas ma jolo, so ma jolo, biarlah begitu dulu. II. cocok untuk dinikahkan (Angk).

Manman, I. = manat, perlahan, lambat. II. ummanman dihilala, dia merasa dirinya bertambah baik.

Mano, parmanomanoan, pemberian; kenangan yang diperoleh oleh anak perempuan sesudah ayahnya meninggal.

Manombo, bdk tombo.

Manontong, bdk tongtong.

Mansai, (dari: nasa i), amat, sungguh, sangat; mansai bolon, amat besar; mansai mabiar, takut sekali.

Mansam, jenis, cara, macam, ragam, corak; tolu mansam, tiga caranya, jenis; samansam, satu macam, sejenis; masiboan mansamna, bermacam-macam jenisnya, beraneka ragam; marmansam-mansam, berbagai-bagai, beraneka jenis, bermacam-macam.

Mansi, mansimansi, ikan cumi-cumi yang kecil lih mengsi.

Mansot, = agia, bahkan, biarpun, walaupun, hingga; mansot ro di hamatean, bahkan sampai kematian; mansot dua pe, walaupun hanya dua saja. Mantak, bdk antak = ontok.

Mantap = mantat.

Mantat, membawa sesuatu; ro nasida mantat silehonlehon, mereka datang membawa hadiah; parmahan so mantat batahi, pamuro so mantat sior, gembala tanpa cambuk, penjaga tanpa umban, yaitu kepala raja; nipis do mantat neang, hapal do mantat dokdok, masing-masing menurut padat, beratnya yaitu menurut kemampuannya, masing-masing menurut perbandingan.

Mantega, mentega.

Mantri, mantri, pegawai pemerintah dari golongan rendah, pejabat.

Manuk, ayam; manukmanuk, gambaran ayam yang dibuat oleh anak-anak; Simanukmanuk, nama gunung di daerah Toba; parmanuhon, kepandaian meramalkan dengan ayam atau isi perut atau biasanya dari letak ayam yang dipotong di bawah ampang; marmanuk di ampang, meramal sesuatu dengan ayam mati yang kakinya digantung; parmanuhan, lokasi menjual ayam di pekan; manuk lahibini, mengenai ayam yang cocok ukurannya untuk dipotong; manuk simaranduhur, ayam yang berwarna seperti anduhur; manuk jarajara, ayam yang belum sampai besarnya, ayam muda; manuk saburbintang, ayam yang bercorak-corak warna putih bulunya; manuk jarumbosi, ayam yang bulunya berwarna hitam dan putih; manuk na marbaju, ayamyang belum bertelur; manukmanuk hatopan, sej sumpah, lih gana; sagondang manuk, pesta gendang menghormati nenek moyang dari empat generasi.

Manus, I. tidak peduli, tidak ambil pusing. II. manus, terlupakan; manghamanushon, melupakan sesuatu.

Maol, sukar, sulit, mahal, penting, berharga, bernilai; marhamaolhon, (diparhamaol), menghargai, dihargai, tinggi, menilai; na pinorhamaol ni roha, kekasih; maolna i, betapa sulit; marnamaol, tidak sama sulitnya; maol bahen, hargailah, buat mahal.

Maon, menunjukkan masa yang akan datang; diboto halak maon, orang akan mengetahuinya.

Maor, bdk: aor.

Maos, I. bdk aos. II. sej kera.

Maot, bdk: oat.

Mapol, bdk: apol.

Mar, apa yang ditakutkan; hata mar, kabar buruk untuk mana orang menjadi takut.

Mara, mara, bahaya, bencana, malapetaka; soada mara, tidak ada bahaya; marmara, berbahaya, dalam keadaan bahaya, terancam; parmaraan, bahaya, keadaan berbahaya.

Maradatua, semoga, mudah-mudahan datang tuah, bahagia.

Maradauntung, = maradatua.

Maranti, pohon meranti, jenis-jenis: maranti piangin, maranti bane, maranti hori. Maras, bdk aras, merasa belaskasihan, kasihan.

Mardeka, merdeka.

Mardung, simardung, kata bilangan (And); anak na tolu simardung, anak laki-laki yang tiga itu; na dua simardung, dua buah.

Mare, pucat mengenai muka; maremare, perhiasan dari daun-daunan bagot yang dipasang pada rumah-rumah dan jalan-jalan waktu pesta.

Marga, marga, suku, klan; dongan samarga, kawan semarga; nasida na samarga, mereka yang semarga; marmargahon, bermarga A; marmargamarga, yang berlainan marga, dari berbagai-bagai marga, beraneka ragam.

Mari, mari! datang kesini!

Mariam, meriam; bodil mariam, idem.

Maringgo, bulu maringgo, sej bambu.

Maro, surut, berkurang mengenai air.

Marsak, bdk arsak.

Marsik, bdk: arsik.

Marsihala, simarsihala, sej tanaman merambat; tambar simarsihala, ba, anggiat tarhilala, ungkapan sewaktu memberikan obat.

Martolu, hau simartolu, kayu yang yang sangat keras.

Mas, (= omas), emas, mas tempaan yang dipasang pada telinga; parmasan, karung anyaman untuk menimpan padi berisi 12 solup; juga dipakai sebagai takaran.

Masa, masa, berlaku, terjadi, biasa dipakai, mode, berjangkit mengenai penyakit menular; na masa, itu terjadi, mode, faktual; begu masa, sahit masa, epidemi, penyakit menular; di masa ini, waktu ini atau itu terjadi, di musim, di periode; masa onan, = basa onan; hamamasa, hal terjadinya kejadian, peristiwa kejadian; pamasahon, menjadikan sesuatu, mewujudkan, melangsungkan, membuat jadi mode, mengadakan, meyelenggarakan.

Masak, masak, matang mengenai nasi dan buah-buahan, kering betul mengenai kayu; mambahen masak, memasak, membuat ranum; satonga masak, setengah masak; marmasakhon (diparmasak), menyiapkan kebutuhan makanan; parmasak, aneka ragam bumbu; dipamasak ma tahina, dibuatnyalah perjanjian; pamasakhon, mengeringkan; ulok masakmasak, sej ular; hatoban masak, hamba yang tidak dapat lagi menebus dirinya.

Masi, I. awalan kata pada kata benda yang bermakna: mengambil; masitimbaho, pergi membeli tembakau; masihau, pergi mengambil kayu; pasitimbaho, uang untuk membeli tembakau. II. masi-an, awalan masi dengan akhiran an pada kata kerja, kata benda dan kata sifat menghasilkan perbuatan saling, berbalasan; masihosoman, saling membenci; masitabian, saling memberi salam. III. masi, awalan pada kata kerja dengan tamahan be pada objek penderitaan menghasilkan makna: masing-masing; masiboan barang na be, masing-masing membawa bebannya sendiri; masipasangap amana be, masing-masing memuliakan, menghormati ayahnya.

Masiu, sira masiu, mesiu, salpeter.

Masuk, masuk; masuk tu jabu, masuk ke dalam rumah; ndang masuk, tidak masuk, itu tidak termasuk di dalamnya, itu tidak dapat diterima; masuk singkola, diterima masuk sekolah; hamasuhan, tempat jalan masuk, dapat dimasuki; pamasukhon, memasukkan, membawa ke dalam; masuk tardidi, dipermandikan, dibabtiskan; masuk silom, menjadi Islam; dimasuhi, dimasuki; masuk, hal perbuatan masuk, pemasukan.

Mata, I. mata; mata ni ari, matahari; mata ni bulan, bulan; mata ni ari ni tot, mata kaki; mata ni bodil, raras senapang; bodil sidua mata, senapang beraras dua; mata ni onan, saat yang paling ramai di pekan; mata ni pesta, (hariburon), saat yang paling ramai pada pesta, mata pesta; mata ni bonang, ujung benang yang dimulai; mata ni bagot, tempat buah, dimana tuak disadap; mata ni jala, mata jala; mata ni bulu, tempat pada bambu dimana cabang yang baru keluar; matamata, pengawas, mata kayu; mamatamatahon, mengawasi, mengamati, memata-matai; simata modom, orang yang bermata lemah; simata, mutiara, manik-manik; mata intan, intan; mata sormin, kuda putih yang mempunyai mata putih; parmata, kacamata; juga: orang yang dapat melihat hantu, peramal; sangkamata, sebagian, sebiji; hamataan, kesatuan sebagai tandingan: puluhan, ratusan, dsb; losung sidua mata, lesung berlobang dua; P.B.: borngin do jambar ni mata, pada malam hari mata harus beristirahat; mardua di mata, marbagi di roha, membagi dengan jujur, dengan adil. II. mata, tata, mentah; aek mata, air bersih dari mata air; anak mata, orang bebas, lawan hamba; daro mata, darah yang mengental, darah kental. III. manangkothon simata, menetapkan pertunangan karena uang mahar dibayar pada waktu mana pengantin perempuan di kalungkan mutiara, manik-manik; sibaramata, sej burung; anak ni mata, orang yang tidak berkawan.

Mataut, sayang, sial, celaka, percuma.

Mate, mati, meninggal; padam mengenai api, berhenti mengenai angin, berakhir mengenai pertempuran, kering mengenai air; mate so mangan, mati kelaparan; mate maup (mogap), tenggelam, mati lemas dalam air, mati hanyut; mate gaol, mati karena lanjut usia; mate mosu, mati mengenai pohon kayu; mate mata ni ari, terbenam mengenai matahari; bulan mate, bulan mati; satonga mate, setengah mati; matemate ne, hampir mati; aek simatemate, mata air yang hanya sekali-sekali memberikan air; pudun mate, simpul yang tidak dapat dilepaskan; lawan; pudun mangolu; mate ma ahu, seruan tanda sangat berdukacita, mati aku; na mate, orang mati, yang mati; na matengku (na matena), matiku, matinya; hamamate, hal mati; songon dia parmatena, bagaimana dia matinya? pamatehon, mematikan, membunuh; matean, kehilangan seorang karena mati; matean ama, kehilangan ayah karena mati, kematian ayah; na matean, orang yang masih hidup, yang menghadapi kematian di keluarga; marmatean, mati dalam jumlah besar; dipamatemate, berpura-pura ma-ti, berlagak mau mati; mate ma ho, kutukan; sahit hamatean, penyakit yang membawa kematian; manghamatehon, mati karena sesuatu; mate marsak, mati karena sedih hati.

Maujana, di tongatonga ni maujana, dihadapan hadirin (And).

Maungaung, dari aung, memanggil; maungmaung, memanggil-manggil, berpaling kepadanya.

Maup, bdk aup.

Meam, main; meammeam, main-main; marmeammeam, bermain-main; parmeaman, tempat bermain-main.

Meang, I. buah rangkai pohon palem dan pisang, keriting mengenai rambut; meang muli = meang mauli, rambut keriting. II. marmeang muli, tidak ada hambatan pergi kesana kesini, masuk keluar; laku mengenai (wanita) karena orang suka mengawini wanita berambut keriting; marmeang bahir, memihak, memandang bulu. III. sej pohon yang menghasilkan ramuan kayu yang baik.

Meat, bdk eat.

Mega, kira-kira, agaknya.

Megas, mudah patah, rapuh mengenai padi yang kering dan sewaktu menumbuk pecah; P.B.: megas na pir, mitak na momo, mengenai seseorang yang mengorbankan semua harta miliknya untuk dapat membalas dendam: bungkuk atau patah.

Mehet, I. bdk ehet. II. marmehetmehet, mengembik mengenai biri-biri atau kambing.

Meja, meja; uang (ringgit) meja, uang yang harus dibayar di kantor kalau mau mengajukan pengaduan.

Mejan, = galegale.

Mela, malu, berkeraskepala.

Melam, I. marmelammelam, bercahaya kemerah-merahan msl air sewaktu senja; sisaelam, luarbiasa bagusnya. II. marmelammelam, masuk dan keluar dari satu tempat kediamannya.

Mellak, lemah, tidak bertenaga mengenai tangan dan kaki.

Melmel, = metmet.

Melok, lunak, kurang berdaya mengenai rasa hati msl karena penderitaan.

Melos, = malos, menjadi layu.

Meme, kunyah dan langsung masukkan ke mulut, mamah, makanan yang dimamah, makanan; manaruhon meme, membawa makanan mengenai burung; marmeme (dimeme), mengunyah untuk anak kecil dan memberikan kepadanya; pangemehon, membawa anak kepada ibunya agar diberikan makan yang dikunyah; marmemehon, mengajarkan; meme tu anakna do parange ni inana, anak laki-laki menurut ibunya, tersadur pada anaklah perangai ibunya; paulak meme, membalas budi terhadap orangtuanya.

Mena, gambaran bintang: ikan, yang dapat dilihat dalam bulan hurung.

Menak, demak, diam, tenang, tenteram, damai; pamenakhon, mendamaikan, memenangkan.

Mene, = mana.

Menek, kecil (Angk).

Meneng, bahaya yang ditakuti.

Mengenmengen, = lengenlengen.

Mengo, marmengomengo, berbunyi dalam telinga.

Mengon, marmengonmengon, tidak sadar akan diri = mago rohana.

Mensur, bdk ensur.

Meo, bdk eo.

Meol, bdk eol.

Meom, = beom I.

Meong, I. terbuka mengenai mata; pameong, memuka mata; sitingko meong, piring kayu yang terletak di atas tiang pintu sopo. II. marmeongmeong, mengeong mengenai kucing, raungan kucing.

Mepal, sijonggi mepal, lih sanggapati.

Mera, sej ikan laut besar.

Meram, = merham.

Merdep, cincin dan likat; merdep matangku, tertutup mengenai mata, mengantuk.

Merer, licin, rata.

Meret, bdk eret.

Merham, merah padam.

Merjet, sej burung yang kecil.

Mermer, basah, segar, sejuk, senang; pamermer aruaru, membasahi kerongkongan.

Mermur, habis secara perlahan-lahan, menghilang, lenyap secara diam-diam.

Merong, suram mengenai mata.

Merun, bdk erun II.

Merus, bdk erus.

Mesa, gambaran bintang domba jantan, muncul dalam bulan sipahasada; parmesa: nama-nama 12 bintang yang berasal dari Sanskerta (dipakai sebagai takhyul); mesa, marsoba, nituna, harahata, singa, hania, tola, martiha, dano, marhara, marhumba, mena.

Meso, bdk eso.

Mesu = melos; malos, jadi layu.

Metar, mametar, memitar, membidik; mametari, dibidik orang kepada seseorang, membidik-bidik.

Metep, lapuk, tidak terpakai lagi mengenai tali dan pakaian, lih etep.

Metmet, kecil; metmet rohana, ia menghina, kecil hatinya; marsimetmeti, tidak sama kecilnya, berbeda kecil; hametmetonna, muda, masa kecil, kerendahan; pametmethon, mengecilkan, memperkecil; metmetna i, betapa kecil, kecil bangat, kecil amat.

Meut, bdk eut.

Miak, minyak, gemuk; miak tano, minyak tanah; miak ni tano, kekuatan, suburnya tanah; miak manis, minyak kelapa; miak babi, minyak, lemak babi; marmiak, berminyak; mamiahi, minyaki.

Mian, lih ian.

Miang, na so hamiangmiangan, lih liap.

Miat, mamiatmiat, berdenyut mengenai bisul, luka.

Mida, bdk ida.

Migor = mamigor, segera, terus, bdk tigor.

Mihim, purapura, munafik; marmihimmihim, berlaku curang, berbuat pura-pura, berbuat secara diam-diam.

Mil, I. sepotong daging yang bagus sekali. II. berkecambah mengenai padi yang direndam.

Milas, I. las, panas (Angk); aek milas, air panas. II. air yang keluar dari mata, semuanya yang keluar dari mata; milason, berair-air mengenai mata; na samilas, sedikit sekali.

Milmil, marmilmil, bersiul de-ngan mulut. Mimir, merembes, tiris; aek mirmir, mata air yang kecil, air yang merembes, air rembesan.

Minak, = miak.

Mimis, uang mimis, uang ketip; samismis, seketip.

Minar, bercahaya, ceria mengenai muka.

Mindo, bdk indo.

Minggor, memberi hati, sabar, lunak hati; ndang minggor rohana, dia tidak mau memberi hati, tidak mau kalah, tidak melunak, keras hatinya.

Minggu, ari minggu, hari minggu; marminggu, merayakan hari minggu, pergi ke gereja, beribadah; parminggu, orang yang pergi ke gereja; parmingguan, tempat ibadat, gereja, tempat dimana orang merayakan hari minggu.

Mingguk, menjadi malu, tidak mengerti, tanpa pengertian.

Mingor, mengenai telinga: ribut kedengaran, suara hiruk pikuk, hingga tidak mendengar dengan jelas.

Mintora, mantera, jampi.

Minum, bdk inum.

Miok, berpaling; ummiokmiok, mudah berpaling, lembut, lemah-lembut; pamiokhon, memalingkan sesuatu, berpaling.

Mior, buah pohon kelapa, yang masih muda.

Mira, sebutan kapada ayam jantan yang berwarna merah, jago; mira bohi, riang, gembira, ke-heran-heranan kelihatan, tercengang.

Mis, marmismis, menipu.

Misang, musang.

Misara, hamisaraan, tanda ‘ng’ dalam aksara Batak.

Mise, misai, kumis (juga pada binatang).

Misti, = ingkon.

Mit, marmitmit, memikirkan se-suatu untuk menipu, memperdayakan; parmitmit, penipu.

Mitak = songon itak.

Miul, marmiul, bersiul.

Mobe, sej pohon kayu yang buahnya dapat dimakan.

Modang, sej pohon kayu, yang kayunya putih, baik untuk kayu ramuan; modang sanggar, sej modang.

Modar, babak belur, lemas karena kena pikul.

Modat, madat, opium, candu; marodat, mengisap candu.

Modom, = podom, tidur.

Mogang, Tuktuk Mogang, semenanjung di Danau Toba.

Mogap, megap, mati lemas dalam air, mati lemas; mate mogap, idem.

Mohop, panas; juga dalam arti kiasan; mohop ateate, panas hati, marah lih ohop. Mojong, marmojongmojong, menurut tetapi dengan rasa enggan, berpura-pura patuh.

Mokmok, gemuk; otik hinamokmokhon, godang hinabutonghon, dengan sedikit orang menjadi gemuk, dengan banyak orang menjadi kenyang; mokmokna i, gemuk kali.

Mol, = lam, semakin, makin lama makin.

Molngit, mamolngit, membuat supaya sangat diam.

Molo, kalau, jikalau, jika; ia molo, idem; molo tung, jika kadang-kadang, kalaupun.

Moma, bdk mona dan bona; martua mona, memulai kerja di ladang dengan baik.

Momar, melihat dengan mata liar,bdk omar.

Mombang, gambaran ayam dari ijuk dibuat secara kasar dan digantungkan dalam rumah; mombang boru, sej anggrek, yang tergantung pada pohon kayu.

Mommon = monmon.

Momo, mudah, enteng, lunak, gampang lumat; marsimomo, menumbuk padi yang kurang kering; momoan, suatu persembahan untuk seorang yang meninggal dan terdiri dari makanan yang disukainya, makanan yang mudah cerna.

Momong, bodoh.

Momos, kuat, teguh, diikat, tegak, ketat; momos daging, sehat, gempal; pamomoshon, mengikat dengan kuat, meneguhkan, mengetatkan; momos ditiop, kuat dipegang.

Mompas, bdk ompas.

Mompo, bdk ompo.

Mona, = bona; patumonaan, buah yang mula-mula keluar; juga padi; matumona eme, mempunyai buah pertama.

Monang, menang dalam permainan atau pembelian; hamonangan, kemenangan; parmonangan, hal mengenai menang; pamonanghon, memenangkan; siparmonang, pemenang, orang yang menang; manghamonanghon, membawa kemenangan dari sesuatu.

Monding,bdk onding.

Mondok, bdk ondok.

Mondut, bdk ondut.

Mong, bunyi ogung.

Monggak, membuka mulut lebar-lebar karena sangat letih msl binatang yang dikejar-kejar, menganga karena letih.

Monggo, marmonggomonggo, sangat dalam mengenai air; simonggo, nama lubuk yang dalam dunia roh; simonggo ni ari (bdk simanggua ni ari), hari sial pada parhalaan.

Monggop, bdk onggop.

Monggor, = hosom.

Mongkol, bdk ongkol; mongkol, mentah, tidak masak mengenai buah-buahan.

Mongkor, tidak masak mengenai buah-buahan. Mongkus, tidak sopan dalam kelakuan dan makan, melahap apa saja; parpangan na mongkus, seorang yang memakan semuanya apa yang diperolehnya.

Mongmongan, sej ogung, untuk mengumpulkan orang.

Monis, menir, pecahan beras yang sangat kecil atau sisa-sisa beras; sibola monis, seorang yang memelah monis, demikian disebut orang kikir, orang pelit; monismonis, bintil-bintil pada puting payudara karena infeksi.

Monjap, bdk onjap.

Monmon, ingus.

Monsak, marmonsak, berpencak; parmonsak, tukang monsak; parmonsahon, hal atau perbuatan pencak, pengetahuan mengenai pencak.

Monsi, tikus, mencit.

Monsong, bdk onsong.

Monta, tidak sopan, biadap mengenai anak-anak.

Montok, bdk ontok.

Mora, kaya, berkeadaan; na mora, ratu: isteri raja (penyapaan), juga: orang kaya; mamora, kaya; hamoraon, kekayaan; na mora jong, kaya sekali; na mora na gok, idem; Simamora, nama daerah di sebelah utara; nama marga.

Morhara, bintang Capricornus.

Morhumba, bintang Akuarius, sala satu dari 12 pormesa.Mormor, huting mormor, sej kucing; kiasan untuk orang kikir, orang pelit.

Moror, licin.

Moros, berkeinginan, berhasrat; dipatumorosi, sangat kepingin, sangat berhasrat.

Morot, bdk orot, eret.

Morpo, bdk orpo.

Morsa, sebutan untuk pulau Sumatera.

Morsaboa, nama terakhir dari 8 panggorda, lih gorda II.

Morsik, keras; pamorsik, memperkuat.

Morsoba, gambaran bintang Taurus, lembu jantan, satu dari 12 pormesa.

Mortiha, gambaran bintang Kala, satu dari 12 pormesa.

Moru, bdk oru.

Morur, berkunang-kunang penglihatan; morur huida, berkunang-kunang kulihat.

Morus = hansar, menceret, diare, murus.

Mosal, = termashur, terkenal; na mora na mosal, seorang yang termashur karena kekayaannya, orang kaya beken.

Mose, bdk ose.

Mosok, hangus, gosong, dimakan api, terbakar; dimosokhon, di-hanguskan, dibuat jadi arang; ndang mosok papangan api, dengan menyebut ‘api’ orang tidak akan membakar mulutnya, artinya: dengan berbohong tidak membahayakan dirinya.

Mostop, gatal; mostop ateatena, dia menjadi degil, dia tidak mau.

Mosu, cepat masak, berulat; mate mosu, mati mengenai tumbuh-tumbuhan.

Motan, na so motan, tidak bisa dipercayai, tidak berguna; so motan, demikian disebut orang yang membuat semua orang menjadi musuh dan tidak mempunyai kawan.

Motung, sej pohon kayu yang daunnya di bawah sebelah bawah putih; simotung, anjing putih.

Mu, = mu akhiran orang kedua kata pengganti kepunyaan.

Mual, mata air, sumber; baba ni mual, mulut mata air, tempat air keluar dari tanah; marmualmual, berbual-bual; mual haroroan, asal, titik keluar; marmual sian, berasal dari, datang dari.

Muap, bdk uap.

Muara, muara; nama daerah di sebelah selatan Danau Toba; marmuara tu, bermuara di; muara ni onan, semua daerah yang mempunyai satu pekan bersama.

Muatan, muatan; muatna, bisanya masuk, kelakuan (= pangalahona); parmuatna, idem.

Muba, lih uba.

Muda, I. mudah; marhamudahon, (diparmuda), enteng; pamudahon, mempermudah. II. muda, = molo (Angk). III. muda, nama hari ke-4; muda ni mangadop, nama hari ke-11; muda ni holom, nama hari ke-18; muda ni mate, nama hari ke-15.

Mudar, darah; marmudar, berdarah; urat ni mudar, pembuluh; mudarmudar, sej pohon yang kayunya merah.

Mudol, modal, barang-barang, kekayaan; nunga adong mudolna, sudah ada modalnya.

Mudu, marmudumuduhon, membesarkan dan mendidik, memelihara seseorang; diparmudumudu, idem.

Mugis, nama sej sarung (dari kata: Bugis).

Muhat, bdk uhat.

Muhut, keropas, yang tidak berharga.

Mula, mula, awal, asal; mulamula, mula-mula; di mula ni mulana, pada awal sekali; di mulana, mula-mula; parmulaan, permulaan; marmula, memulai; marmulahon, sesuatu sebagai asal mula-mula; Mulajadi Na Bolon, dewa tertinggi yang menjadikan dunia dan nasib manusia berada dalam tangannya.

Mulak, bdk ulak.

Muli, pulang ke rumah, kawin mengeai perempuan; pamulihon, mengawinkan seorang anak gadis; pamuli, menyuruh pulang ke rumah, mengusir; hamulian, suaminya; hamulimulian, sesajen yang dibawa kepada begu agar ia pergi. Mulia, mulia, indah; marmulia, bermulia pada gelar dan sapaan; hamuliaon, kemuliaan.

Mullop, bdk ullop.

Mulmul, pasir yang halus sekali; ndang tarida mulmul, orang tidak dapat lagi melihatnya, ia sudah lenyap.

Multik, bdk ultik.

Mumba, = muba.

Mumbang, bdk umbang.

Mumpat, bdk umpat.

Mumut, busuk, basi, msl air laut; holiholi na mumut, tulang-tulang yang mulai busuk: juga dikatakan tentang mereka yang telah lama sakit.

Muna, mu, kata milik orang kedua jamak.

Mundala, puting susu kerbau.

Mundar, bdk undar.

Mundi, sej monyet.

Mundimundi, sebangsa lembing kecil dari kayu kurujung besi.

Mundot, bdk undot.

Mundur, bdk undur.

Munggu, munggumunggu, kayak raksasa, besar sekali mengenai manusia dan binatang.

Mungka, pungka, mula, permulaan, awal; di mungkana, permulaannya, mula-mula, pada permulaan.

Mungkal, bdk ungkal. Mungkap, bdk ungkap.

Mungkor, mendengkur,bdk ungkor.

Mungkur, unte mungkur, nama sej jeruk; pamungkuri, tulang sayap paling atas burung.

Mungut, bdk ungut.

Muni, marmuni, berbunyi; munimunian, ramalan dari berbagai desas-desus, tetapi juga: pada umumnya ramalan; parmunian, pengetahuan mengenai pertanda; asa unang marusap, unang marmuni, unang saut martahi musu i, agar dengan itu rencana yang dibuat musuh tidak berdaya.

Munik, berbuah; marmunikmunik, bermenung, memikir-mikirkan.

Muningan, terkejut, cemas.

Munsong, berkumpul mengenai air.

Munsung, baba, moncong; munsung babi, begitulah disebut orang yang mulutnya menonjol ke muka bagaikan muncung babi; P.B.: tu jolo tarmunsung, tu pudi tarihur, tidak bisa kemana-mana, tidak dapat masuk atau keluar.

Munung, ornamen dari ukiran rumah atau pisau dengan kepala kerbau; parmunung, pengukir ornamen ini.

Mur, = mol, semakin (Angk).

Mura, murah, mudah, pantas; pamurahon, membuat gampang, mempermudah; diparhamura, mennganggap sesuatu dengan enteng. Murak, bdk urak.

Murhing, marah, bermuka masam.

Murik, marmurik, memperoleh anak mengenai binatang.

Muring, marmuringmuring, melawan, merajuk, membantah.

Muris, sisa-sisa, restan.

Murnik, parmurnihmurnihon, penyakit yang menusuk dalam tubuh msl karena cacing.

Murotok, mamurotok, berdetus, gemercik; pamurotok, hal berdetes (bdk purotok).

Muruk, marah, gusar; P.B.: tinutung bulu di dalan parbantoan, molo haroro ni muruk, ndang niingot hamagoan, bila orang marah dia tidak lagi memikirkan apa-apa; parmuruk, pemarah, orang yang cepat marah; marmurukmuruk, orang yang suka marah; mamuruhi, memarahi; manghamurukkon, marah mengenai sesuatu; na ro murukna, dia menjadi marah.

Musang, tua sekali mengenai sesuatu yang lama terletak msl anggur, padi dan menjadi semakin baik, bdk usang.

Musar, bdk usar.

Muse, I. lagi, juga. II. muse, kelak, di kemudian hari. III. muse pe, nantilah, lain kali.

Museng, musengani, = muse.

Musim, musim; alogo musim, musim angin pasat.

Musu, musuh, lawan, bermusuh; musu ruar, musuh dari luar; lawan = musuh dalam kampungnya sendiri; musu tihus, musuh yang terbesar; marmusu, berperang; parmusuon, perang, peperangan; hamusuon, perang, perbuatan perang; parmusu, prajurit, serdadu; musu tali, musuh yang cara berperangnya dengan menangkap orang dan mengikatnya; musu bodil, musu sebenarnya dengan mempergunakan senapang.

Mutiha, mutiara, batu mulia, mestika.

Mutik, kuntum, dari mana buah berkembang.

Mutmut, permulaan, sebab-musabab perlawanan, alasan, sebab, wujud; ndang huboto mutmutna, saya tidak dapat pemecahan tentang suatu perkara yang rumit.

Mutu, rela, rajin, berusaha sekuat-kuatnya; mutu mangalului, rajin mencari; P.B.: mutu siborok mangalului guluan, mutu roha ni jolma hangoluan, = siborok rajin mencari kolam, manusia rajin mencari kehidupan; cebong suntuk mencari kubangan, manusia bingung mencari nafkah, kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s